Jumat, 23 Oktober 2009

Sejarah Sekolah

Sejarah Singkat

MAN Lamongan berdiri sejak 1980, bermula dari MAN Bangkalan Madura yang direlokasi ke Lamongan, kemudian berubah menjadi MAN Lamongan sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Agama RI No. 27 Tahun 1980. Sebelum KMA RI tentang Relokasi tersebut diterbitkan, MAN Bangkalan sebagai embrio MAN Lamongan telah menyelenggarakan proses Kegiatan Belajar Mengajar di Lamongan sejak tahun pelajaran 1979.
Kebijakan relokasi ini diambil sebagai upaya Pemerintah untuk mengurangi / menjembatani ketidakseimbangan jumlah Madrasah Negeri, baik antar jenjang maupun antar lokasi propinsi, sebagai akibat penegerian madrasah swasta, serta alih fungsi beberapa Sekolah Agama Islam Negeri menjadi Madrasah Negeri, sebagai strategi pengembangan madrasah pada tahun 1967-1978. (Lihat Sejarah Perkembangan Madrasah, Dirjen Binbaga Islam Departemen Agama RI, Cet II, Edisi Revisi, Tahun 1999/2000).

Sebelum menempati gedung milik sendiri di jalan Veteran, Madrasah ini pada masa-masa awal perjalanannya masih harus meminjam gedung Sekolah Tehnik Negeri (sekarang SLTPN 4 Lamongan) sebagai tempat penyelenggaraan Kegiatan Proses Belajar Mengajar, tentu saja pelaksanaannya menunggu proses KBM di ST selesai, yakni setelah jam 12.00 WIB. Kemudian seiring dengan semakin meningkatnya jumlah siswa dan terbatasnya lokal belajar yang ada di ST, maka pada tahun kedua disamping di ST, pelaksanaan Kegiatan Proses Belajar Mengajar juga menempati gedung Kantor Departemen Agama Kab. Lamongan di Jl. KHA. Dahlan.
P
Baru pada tahun pelajaran 1984/1985 setelah mendapatkan proyek pembangunan 1 unit gedung dengan 3 lokal belajar, 1 ruang administrasi dan guru serta 1 ruang kepala, proses KBM bisa menempati gedung sendiri diatas areal tanah seluas 3.096 M2, itupun baru 3 kelas, sementara 2 kelas lainnya masih menempati gedung Kandepag Kab. Lamongan, dan baru tahun 1985 secara keseluruhan KBM dapat dilaksanakan di gedung milik sendiri tepatnya di Jl. Veteran .

Sejak direlokasi ke Lamongan tahun 1979 kemudian resmi menjadi MAN Lamongan tahun 1980 sampai dengan tahun 2009 saat Profil ini disusun, Madrasah ini telah mengalami beberapa kali pergantian Kepala. Dimulai dari Drs. Rusjdi (yang saat itu Kasi Pergurais Kandepag Kab. Lamongan) sebagai PLH Kepala Madrasah tahun 1979 – 1980, kemudian digantikan oleh Drs. Suwarno tahun 1980 – 1989, kemudian dilanjutkan Drs. Busiri dari tahun 1989 – 1993, kemudian disusul H. Endro Soeprapto, BA. dari tahun 1993 – 1999, kemudian digantikan oleh Drs. H. Imam Ahmad M.Si. dari tahun 1999 sampai April 2005, diteruskan oleh Drs. H. Abd. Mu’thi, SH, M.Pd. dari April 2005 – Oktober 2008. dan mulai Nopember 2008 tongkat kepemimpinan Madrasah ini dipegang oleh Drs. H. Supandi, M.Pd
Diposkan oleh Indo PTC/PTR/PPC di 01:08
Read rest of entry

Kelompok Kerja Kepala Madrasah Aliyah ( K3MA) Prop. DIYLakukan Kunjungan Silaturrahim ke MAN Lamongan

Kepala-kepala Madrasah Aliyah, baik negeri maupun swasta yang tergabung dalam Kelompok Kerja Kepala Madrasah Aliyah (K3MA) Propinsi DIY, Sabtu 23 Mei 2009 mengunjungi MAN Lamonga. Kunjungan ini menurut Drs. H. Jazim, M.Pd.I. -Kepala MAN 1 Yogyakarta- selaku Ketua Rombongan dimaksudkan sebagai kunjungan silaturrahim dalam rangka melihat dari dekat bagaimana upaya MAN Lamongan meningkatkan mutu pendidikan selanjutnya diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi kepala-kepala MA se DIY untuk pengembangan madrasahnya masing- masing.

Adapun materi kunjungan meliputi kekurikuluman,(struktur program kurikulum, KTSP dan pelaksanaannya, metode pembelajaran,pengembangan kurikulum, pensiasatan pembelajaran mata pelajaran UN, pembekalan keterampilan -life skill-), Sarana prasarana mulai dari pengadaan, perawatan dan optimalisasi pemanfaatannya, serta kehumasan, yakni bagaimana MAN Lamongan menjalin hubungan dengan lembaga pendidikan yang lain baik sesama MA maupun SMA bahkan MTS/SMP serta hubungan kemitraan yang telah dibangun dengan perusahaan/ pengusaha.
Pada kesempatan itu, Drs. H. Supandi, M.Pd. selaku Kepala MAN Lamongan mengaku “malu” menjadi obyek studi banding, karena belum banyak prestasi yang diraih, belum banyak inovasi yang lakukan. Lebih jauh ia mengatakan bahwa memang sebuah lembaga pendidikan kalau kepingin maju, maka harus rajin mengadakan “ jejaring” atau silaturrahin atau studi banding ke lembaga pendidikan yang lain, tidak harus ke madrasah/sekolah yang sudah sangat maju, tapi bisa juga ke madrasah-madrasah/sekolah selevel, sehingga bisa melahirkan inspirasi baru untuk perbaikan ke depan.
Setelah shering pengalaman,dilanjutkan dengan observasi lapangan, melihat dari dekat proses pembelajaran keterampilan
( menjahit dan elektro), praktek Laboratorium IPA (Biologi) serta laboratorium multimedia.
Beberapa peserta yang sempat dimintai pendapatnya perihal studi banding yang dilakukan mengaku apa yang diketahui telah memberikan inspirasi baru.
Setelah selesai melakukan kunjungan rombongan melanjutkan perjalanannya ke Wisata Bahari Lamongan (WBL). Selamat menikmati keindahan panorama wisata Lamongan. (Luth)
Diposkan oleh Indo PTC/PTR/PPC di 01:37
Read rest of entry

Pembangunan Masjid

Masjid bagi lembaga pendidikan memiliki fungsi yang sangat penting, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi sebagai wahana pendidikan dalam kegiatan ekstra kurikuler serta pusat pengkajian masalah-masalah social dan keilmuan. Sudah barang tentu fungsi tersebut akan terwujud manakala dikelola dengan menejemen yang bagus dan penyediaan fasilitas yang lebih representative.
Masjid Darussalam MAN Lamongan merupakan bagian dari fasilitas MAN Lamongan. Masjid yang dibangun pada era kepemimpinan Drs. Busiri dengan beaya swadaya wali murid yang telah mengalami perluasan pada saat kepemimpinan Drs. H. Imam Ahmad, M.Si dari 144 m2 menjadi 400 m2 ini kembali diperluas dengan membangun lantai 2 dengan anggaran sebesar Rp. 300.000.000,-, dana dari wali murid, perluasan tahap ke tiga ini dimulai pembangunannya pada pertengahan tahun 2008 pada saat kepemimpinan Drs. H, Abd. Mu'thi, SH. M.Pd. , dan saat ini pembangunannya segera memasuki tahap finishing.
Sebagai penerus estafet kepemimpinan MAN Lamongan, Drs. H. Supandi, M.Pd. bertekad akan meneruskan perluasan masjid ini sesuai dengan harapan para pendahulunya meskipun dana pembangunan sudah minus. Dengan selesainya perluasan ini, diharapkan akan mampu menampung sejumlah kurang lebih 1200 jamaah dari keluarga besar MAN Lamongan sehingga shalat Dhuhur tidak lagi ditunaikan secara bergelombang. Semoga !
Diposkan oleh Indo PTC/PTR/PPC di 01:50
Read rest of entry
 

About Me

Foto saya
hai guys,,!! saya Machfud Zunaidi, byasa d panggil Machfud saja, gue orangnya sante, asyik d ajak ngbrOl n seneng bergaul,, Oce" ^_^,, orangnya gak muluk" og.. tp agak pendiem and penyendiri,,hahaha

My Blog List

Term of Use